Penulisan kali ini adalah ilham dari salah satu kisah/bab yang juga termuat dalam buku ‘DI ATAS SEJADAH CINTA’ hasil kumpulan kisah dan karya penulis temporary terkenal Indonesia, Kang Abik@Habiburrahman El-Shairazy.
Seperti yang dijanjikan dalam entri lepas, mudah-mudahan kisah ini juga dapat memberikan sedikit ‘siraman’ keatas jiwa kita. Mudah-mudahan.Ameen
***************************************************************************
PAHALA TAKUT KEPADA ALLAH
Kisah ini adalah riwayat dari sebuah hadith Qudsi tentang balasan yang diberikan oleh Allah kepada orang yang takut kepadaNya.
Sangat-sangat mengujakan bilamana Pencipta kita, adalah sangat besar dan amat-amat Agung kasih dan sayangnya, begitu Dia adalah ar-Rahman, Ar-Rahim yang mengampunkan dosa kita walau sebanyak buih lautan sekali pun dengan syarat, kita tidak menyekutukanNya.
Mari kita lihat bersama terjemahan hadith Qudsi ini:
Rasululullah S.A.W bersabda:
“Ada seorang lelaki tidak pernah berbuat kebajikan sama sekali.Lelaki itu berwasiat pada keluarganya: “Jika aku mati, maka bakarlah aku lalu lumatkanlah aku jadi abu.Kemudian taburkanlah abu itu sebahagian di darat dan sebahagian lagi di laut.Demi Allah, jika Allah sampai menghisabku pasti akan mengazabku dengan azab yang tidak pernah ditimpakan pada seorang pun di alam semesta!”
Tatkala lelaki itu meninggal dunia, keluarganya melaksanakan apa yang telah ia wasiatkan kepada mereka.Lalu Allah memerintahkan pada daratan untuk mengumpulkan abu yang disebar didaratan itu.Juga memerintahkan lautan untuk mengumpulkan debu yang disebar dilautan itu.
Kemudian Allah SWT bertanya (pada lelaki itu setelah dihidupkan kembali):
“Kenapa kau lakukan ini?”
Lelaki itu menjawap:
“Kerana aku takut kepadaMu Tuhanku, dan Engkau lebih tahu itu.”
Allah SWT lalu mengampuninya.”
**********************************************************************************
Perhatikan rakan sekalian,
Betapa besarnya rahmat keampunan yang Allah berikan kepada hambaNya. Hatta sang hamba tidak pernah melakukan walau sekelumit kebajikan, namun kerana MASIH ADANYA RASA TAKUT dan gerun atas siksaan Allah, akhirnya lelaki itu diampuni.
Perlu juga diperhatikan, rasa takut akan azab itu menyebabkan lelaki tadi berwasiat yang ‘tidak masuk akal’ . Kerana apa? Kerana beliau jahil dan tidak tahu bahwa Allah mampu melakukan apa sahaja dan mampu mengumpulkan hatta sebesar zarah sekalipun debu mayat itu. Yang menariknya, kenapa lelaki itu sampai2 membuat wasiat yang ‘kurang bijak’ seperti itu? Kerana lelaki itu mahu selamat dari azab Allah!
Hitungkan dalam hidup seharian kita. Kita ini hambaNya yang yakin akan pahala dan dosa, yakin juga akan syurga dan neraka. Malah, lebih ‘alim’ dan ‘arif’ layaknya jika nk dibandingkan dengan lelaki tadi.Namun, rasa takut kita pada azab Allah adakah sekurang-kurangnya sebanding dengan rasa takut si lalki dalam hadith qudsi tadi? Ataukah lebih dan amat malang, andai rasa takut itu jauh lebih kurang sehingga kita sewenang-wenangnya berbuat sesuka hati dimuka bumi?
Tepuk dada, tanya jiwa. Iman kamu ada atau tiada. Tebal atau nipis selimut cintaNya.
“Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman." Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar (Al-Hujuraat: 14-15)
Wallahu’alam
Moga ada khair dan berkah dalam setiap amal.
Wassalaam
18 Rabi’ul Awal 1429H
26 Mar 2008
***************************************************************************
Untuk manfaat sepenuhnya, disarankan membeli buku ini.
Judul Buku: Di atas "Sajadah" Cinta (edisi Bahasa Melayu)
Penerbit: Ar-Risalah Products
Tahun: 2006
ISBN: 978-983-2672-49-4
Harga: RM15.90 (Harga di Malaysia)
Halaman: 306
CONVERSATION
Langgan:
Catat Ulasan
(
Atom
)
About me
Popular Posts
-
Salaam. Kisah ringkas ini dipetik dari sebuah buku himpunan kisah-kisah yang menyentuh hati dan sesuai utk motivasi, hasil himpunan penulis ...
-
Salaam. Entri kali ini diilhamkan dari pembacaan satu buku yang sangat, sangat, sangat bagus (one of the best books I ever read) hasil karya...
-
Buku ini judulnya Hitam Putih Cinta . Bahasa asli Indonesia setelah diterjemah dari bahasa Arab, Mashariul ‘Usysyaq , karya Dr ‘Aidh al-Qarn...
-
Salaam. Entri ini adalah sambungan dari entri ‘Ikhlas’ yang dituliskan sebelum ini. Juga ilham hasil dari pembacaan buku yang sama.Judulnya...
-
Salaam. Entri ini adalah entri terakhir dari dua buah entri sebelumnya tentang ikhlas. Sila rujuk: Ikhlas Ikhlas 2 Diharapkan diakhir entri ...
-
Chapter 20 : JALANI HIDUP APA ADANYA Anda tidak akan pernah menjumpai seorang ayah,ibu,isteri,kawan,sahabat,tmpt tinggal atau pekerjaan yg p...
-
Revolusi Media Islami ‘Bengkel Menulis’ bersama... Ustaz Alwi Alatas (Penulis Prolifik Indonesia, Ketua Forum Lingkar Pena Malaysia) Ummu Ha...
-
Penulisan kali ini adalah ilham dari salah satu kisah/bab yang juga termuat dalam buku ‘DI ATAS SEJADAH CINTA’ hasil kumpulan kisah dan kar...
-
Chapter 46: JANGAN BERSEDIH, MAAFKAN ORG YG MENYAKITI ANDA ITU LBH BAIK – Harga hukuman (qisas) sangatlah mahal dan itulah yg harus dibaya...
-
Assalamualaikum wbt Menulis dan memberi tentang La Tahdzan, tapi penulisnya tk pernah diperkenalkan. Hurm, asalnya nk terjemah dalam bahasa ...
0 ulasan:
Catat Ulasan